Kiranya Bukan sebuah kebetulan apabila konferensi PBB mengenai perubahan iklim (UNFCCC) diselenggarakan menjelang perayaan Natal di seluruh dunia.Kiranya berdekatannya timing kedua momen ini membawa sebuah pesan yang sekalipun sifatnya implisit namun sangat penting.
Apabila pada tahun-tahun sebelumnya kita selalu memperingati Natal dengan berbagai selebrasi yang wah dan mahal,mal-mal yang memberikan diskon besar-besaran dan di setiap sudut ruangannya mereka memasang berbagai hiasan khas Natal dan tulisan-tulisan "merry Christmas" tanpa memahami sama sekali makna Natal yang sebenarnya.Maka kini sudah saatnya untuk memandang Natal dengan pemahaman yang baru.
Natal tahun ini seharusnya diperingati dengan sebuah keprihatinan terhadap kondisi sosial dan lingkungan yang semakin hari tidak menjadi semakin baik,malah yang terjadi adalah kemerosotan kondisi lingkungan yang ditandai dengan terjadinya berbagai macam fenomena alam yang sifatnya destruktif.Lihat saja banjir di Jakarta yang diperkirakan akan menenggelamkan sebagian wilayah jakarta,gelombang pasang yang diperkirakan akan terjadi di sepanjang pantai uTara pada tanggal 22-25 Desember 2007 juga harus kita beri perhatian lebiH.Sementara itu di negara lain,musibah alam juga terjadi.Sebagai contoh adalah serangan bAdai katrina di Amerika,banjir bandang di Bangladesh yang tak kunjung henti,gelombang udara panas yang mematikan di bagian selatan Eropa,sementara di kuTub,beruang-beruang juga mulai berkurang habitatnya (kompas,19 Desember 2007).Para Ahli juga sepakat bAHWa semua fenomena tersebut adalah dampak dari perubahan iklim dan Global warming.
Sebuah pemandangan yang bertolak belakang ketika beberapa hari yang lalu saya mengikuti ibadah di Gereja saya,disana saya melihat sebuah pohon cemara yang asli dihiasi dengan berbagai atribut yang berwarna-warni.Menarik memang,tapi coba bayangkan apabila seluruh gereja di negeri ini melakukan hal yang sama,maka berapa banyak pohon cemara yang harus ditebang hanya untuk mempercantik ruangan saja dan setelah berakhirnya masa Natal,lalu dibuang.Bayangkan pula berapa banyak CO2 yang bisa diserap oleh satu pohon saja dalam satu tahun apabila mereka tetap dibiarkan tumbuh di habitatnya!Bukankah mereka lebih memiliki manfaat yang lebih penting apabila tidak ditebang?Bukankah sebenarnya ada pohon Natal yang terbuat dari plastik yang juga bisa dipakai untuk beberapa kali Natal?
Tulisan ini bukannya saya maksudkan untuk menghakimi gereja,akan tetapi saya hanya ingin memberikan sebuah persepsi baru dimana seharusnya umat Tuhan juga turut memperhatikan dan menjaga kelestarian lingkungan,sebab hal itu jugalah yang diamanatkan oleh Tuhan dalam kitab kejadian untuk memelihara bumi.Sekali lagi bukan sebuah kebetulan kiranya apabila moment natal kali ini diramaikan pula dengan isu perubahan iklim dan global Warming dan hal tersebut seharusnya membuka mata anak-anak Tuhan untuk turut ambil bagian dalam mencegah terjadinya kerusakan alam dengan lebih menjaga lingkungannya,paling tidak di lingkungannya sendiri.
Semoga Natal kali ini lebih membuat kita untuk semakin menjaga planet bumi ini,dan Anak-anak Tuhan benar-benar mampu menjadi terang dan garam dunia.Mari kita mulai Natal yang hijau..
Akhirnya,selamat Hari Natal 2007 dan Tahun baru 2008,STOP GLOBAL WARMING n God Bless u!
Sunday, December 23, 2007
Saturday, December 8, 2007
Foot prints..
Hari mengganti hari, bulan mengganti bulan, dan kini aku berdiri dengan kakiku yang hampir rapuh,tersudut di ujung tahun.Gelap..Gelap dan dingin..
Ratusan kali,bahkan ribuan kali jam pasirku berganti posisi,tapi Banyak yang telah aku lewatkan di belakang sana.Pintu-pintu yang tak kumasuki,mata air yang hanya kulewati dan tak kusinggahi.Ketika kupandangi kembali jejak-jejak dibelakangku yang beberapa diantaranya telah hilang disapu angin,aku sadar,pasir itu tak akan pernah bergerak ke atas lagi.
Keluarga yang rapuh,mimpi yang terlupakan,hati yang patah,keputusasaan..Itulah yang diwariskan tahun ini kepadaku.Semua seolah-olah mengantarku menyambut hari-hari samar di kejauhan.Entah apakah aku akan tetap bertahan atau mati di tengah jalan?
Masa-masa dibelakangku telah menghilang dari panggung,dan kini mereka berganti kostum.Siap memainkan lakonnya yang baru,tanpa tahu skenario sama sekali. Entah,apakah mereka telah mempersiapkan diri mereka untuk sebuah lakon yang baru?Siap atau tidak,jam pasir tetap akan berganti posisi lagi,diatas hanya tinggal tersisa beberapa butir pasir.. Satu demi satu akan melewati pipanya.Pelan..Ya, pelan namun pasti!
Dan kini,aku akan segera mengubah letaknya lagi.Semoga ini bukan yang terakhir kali..
Kemarin adalah mimpi,hari ini adalah kenyataan,dan biarlah esok menjadi sekedar bayangan..
Disini..Aku berdiri
diujung sebuah tahun.. Sepi..Sepi dan dingin.
Ratusan kali,bahkan ribuan kali jam pasirku berganti posisi,tapi Banyak yang telah aku lewatkan di belakang sana.Pintu-pintu yang tak kumasuki,mata air yang hanya kulewati dan tak kusinggahi.Ketika kupandangi kembali jejak-jejak dibelakangku yang beberapa diantaranya telah hilang disapu angin,aku sadar,pasir itu tak akan pernah bergerak ke atas lagi.
Keluarga yang rapuh,mimpi yang terlupakan,hati yang patah,keputusasaan..Itulah yang diwariskan tahun ini kepadaku.Semua seolah-olah mengantarku menyambut hari-hari samar di kejauhan.Entah apakah aku akan tetap bertahan atau mati di tengah jalan?
Masa-masa dibelakangku telah menghilang dari panggung,dan kini mereka berganti kostum.Siap memainkan lakonnya yang baru,tanpa tahu skenario sama sekali. Entah,apakah mereka telah mempersiapkan diri mereka untuk sebuah lakon yang baru?Siap atau tidak,jam pasir tetap akan berganti posisi lagi,diatas hanya tinggal tersisa beberapa butir pasir.. Satu demi satu akan melewati pipanya.Pelan..Ya, pelan namun pasti!
Dan kini,aku akan segera mengubah letaknya lagi.Semoga ini bukan yang terakhir kali..
Kemarin adalah mimpi,hari ini adalah kenyataan,dan biarlah esok menjadi sekedar bayangan..
Disini..Aku berdiri
diujung sebuah tahun.. Sepi..Sepi dan dingin.
Subscribe to:
Posts (Atom)

